Rapuh di Tengah Keramaian
suara-suara yang tak pernah benar-benar diam. Tentang hal-hal yang kupikirkan sendiri, tentang luka yang kupeluk tanpa pernah kutunjukkan. Di antara tawa dan canda, aku menyembunyikan lelah yang tak sempat kujelaskan. Aku tertawa bersama mereka, seolah hidup sedang baik-baik saja. Padahal ada bagian diriku yang retak perlahan, yang memilih diam karena tak tahu harus mulai bercerita dari mana. Keramaian menjadi tempat persembunyianku, aku tenggelam di antara wajah-wajah yang kucintai. Mereka membuatku bahagia, sungguh. Satu per satu hadir membawa warna, membuat hari-hariku terasa lebih hidup, membuatku lupa—meski hanya sebentar— betapa sering aku merasa kosong. Aku bahagia mengenal mereka, bahagia pernah menjadi bagian dari cerita yang sama. Namun di sudut hatiku, aku menyimpan takut yang tak terucap: bahwa suatu hari nanti, kita hanya akan menjadi kenangan yang saling lewat di ingatan. Aku tahu, tak semua yang datang akan menetap. Ada yang hanya singgah untuk menguatkan, ada yang...






